Jl. Letjen S Parman 35 Yogyakarta -  Telp : 0274- 373427 -  WhatsApp : 082137955032;081333911533 - Pin BBM : 5A21C2F7 -Email : hadisukirno@gmail.com

Artikel Terbaru
Artikel Populer
Kategori Artikel
Wayang Kulit Solo
Wayang Kulit Jogja
Wayang Golek
Wayang Klithik
Souvenir Kulit
Souvenir Kayu
Souvenir Keramik
Souvenir Logam
Souvenir Kain
Handicraft
Souvenir Custom
Souvenir Fiber
Accesories
Souvenir Gelas
Souvenir Anyaman
Gamelan
Alat Musik Tradisional
Pakaian Adat - Tari
Koleksi Hadisukirno
 
 

Cempurit

Cempurit adalah batang pegangan pada Wayang Kulit Purwa, Wayang Suluh, Wayang kancil dan beberapa jenis wayang yang lainnya. Fungsinya untuk memudahkan dalang memegang dan memainkan wayang itu. . Biasanya pada wayang –wayang yang baik, cempurit terbuat dari tanduk kerbau bulai atau kulit  penyu.Dulu, sampai dengan akhir abad ke-19, di daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat, untuk bahan pembuatan cempurit juga digunakan tanduk banteng.

Selain berfungsi untuk gagang pegangan pada bagian pangkalnya, bagian ujung cempurit berguna untuk menguatkan atau membuat kaku Wayang Kulit itu. Itulah sebabnya, cempurit kadang-kadang juga disebut gapit. Besar kecilnya batangan cempurit tergantung ukuran wayangnya. Cempurit untuk wayang Kumbakarna, misalnya jauh lebih besar dibanding dengan cempurit untuk Dewi Shinta.

Sebuah cempurit atau gapit merupakan batangan yang dibelah dua dan masing-masing belahan digunakan untuk menjepit lembaran wayang. Pada jarak tertentu, jepitan diikat kuat dengan benang tetapi pada zaman dulu untuk pengikat cempurit ini digunakan pilihan serat sabut kelapa karena lebih peret, tidak licin.

Pemasang cempurit diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pandangan orang terhadap tatahan dan sunggingan wayang itu. Karena itu, sebelum cempurit atau gapit itu dipasangkan pada wayang, harus lebih dulu dieluk, yakni dibengkok-bengkokkan sesuai dengan bentuk wayangnya. Cara pembekokannya dengan pemanasan. Namun, cara pemanasan juga harus dilakukan secara hati-hati, agar diperoleh cempurit yang awet.

Bila untuk bagian tubuh wayang cempurit berfungsi membuat kulit belulang menjadi lebih kaku, maka yang diikatkan pada tangan wayang, berfungsi untuk menggerakkannya. Yang diikat pada tangan wayang, disebut tuding.

Pada zaman dulu, sebelum tahun1935-an, di daerah Surakarta ke barat dan pesisir utara Jawa Tengah serta Jawa Timur, sebutan cempurit berlaku untuk  menyebut gapit dan tuding. Namun, di daerah Madiun ke timur dan pesisir selatan Jawa Timur, istilah cempurit hanya digunakan untuk menyebut tuding sedangkan yang bagian yang memperkuat badan peraga wayang disebut gapit, bukan cempurit.

Untuk membuat cempurit diperlukan keahlian dan ketrampilan khusus agar cempurit itu tidak patah, lentur dan enak dipegang dalang. Daerah penghasil cempurit Wayang Kulit yang terkenal adalah di Desa Kuwel, Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten , serta daerah Manyaran, Kabupaten Wonogari, Jawa Tengah.

Bila tokoh wayang dimainkan berukuran besar, misalnya Kumbakarna, tangan Ki Dalang akan memegang cempurit pada bagian ngepok, yakni bagian pangkal dengan kaki si peraga wayang. Cara ini disebut anjagal. Sedangkan bila yang dimainkan tokoh wayang berukuran kecil, misalnya putri, maka yang dipegang adalah bagian metit, yakni di dekat ujung cempurit.

Berikut ini nama bagian-bagian cempurit, menurut cara penamaan di daerah Surakarta :


Cempurit Wayang


Dibaca : 8600 Kali
Tanggal Posting :
Pengirim :